Break "Ur Border Touch The Sky

“Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya,tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, leher yang akan lebih sering melihat keatas, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja ,hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya,serta mulut yang akan selalu berdoa”. < 5 cm >

Wednesday, June 9, 2010

trekking-snorkling-cibang cibung @ tidung

Setelah lumutan distasiun Bogor semenjak subuh, setelah lari-lari dari peron 8 ke peron 2, setelah kereta mogok di cileubut, setelah memaksa tukang ojek ngebut dari juanda akhirnya saya bisa  lega menatap gerbang  ancol.  Godaan dan ejekan teman-teman riuh menyambut begitu saya menginjakkan kaki di kapal Kesatria, dermaga 22 Marina Ancol pukul 07.30. Wajar saja karena saya datang terlambat, hanya beberapa waktu sebelum keberangkatan kapal. Dan akhirnya jadi juga saya ke tidung...yeach
source : koleksi temen

2,5 jam perjalanan meninggalkan jakarta, akhirnya saya bisa juga melihat dermaga tidung yang eksotis itu. Dermaga tidung penuh sesak orang di siang yang panas itu. Ya, saat ini pulau tidung menjadi ikon baru, tempat liburan orang-orang sekitar jakarta.
Sekilas pulau tidung besar mungkin sama dengan tempat lain, pulau kecil dengan padatnya penduduk. Namun jika ditelusuri lebih jauh banyak spot menarik di daerah ini. Hari pertama kunjungan ke pulau ini, saya dan teman-teman habiskan dengan berkeliling pulau naik sepeda. Dari depan penginapan kami konvoi naik sepeda ke arah barat pulau tidung. Setelah melewati hutan kelapa, ilalang akhirnya sampai juga kami di bagian paling barat pulau ini. Tidak ada sesuatu yang menarik disini, selain mungkin trek yang seru untuk mencapai daerah ini. Sayang kami, datang terlalu cepat hingga tidak bisa mendapatkan sunset yang konon indah itu katanya.

Puas bernarsis ria, akhirnya kami ber-12 segera menggowes sepeda menunuju jembatan tidung itu. Jembatan tidung itu adalah tempat yang indah sebenarnya jikalau tidak dipenuhi manusia seperti sore itu. Jembatan kayu menghubungkan Pulau Tidung besar dan Tidung Kecil yang tak berpenghuni. Di pulau tidung sendiri, konon katanya terdapat makam bajak laut. Nah, diujung timur pulau tidung ini baru ada yang namanya hamparan pasir putih.

Esoknya setelah sholat subuh kami segera meluncur untuk bersnorkling ria. Sunrise pun kami dapatkan di tengah laut sambil sarapan bekal nasi uduk kami, hemmm subhanallah indah sekali sunrise pagi itu. Pukul 07.00 snorkling dimulai di pulau karang beras, yang dilanjut ke pulau aer dan berakhir tengah hari di pulau tidung. Hemm,,,teman-teman saya puas bersnorkling ria kecuali saya. Argh..semua gara-gara kesalahan teknis itu. Tapi untuk harga 250rb, sangat berharga terutama bagi saya yang akhirnya bisa ketemu teman lama dan bertemu teman baru. Thanx guys...



* sebagian foto a/ koleksi teman yang saya re-touch.

3 comments:

My Inspiration said...

keren ... :D

Silvie said...

knp lo kaga snorkling? hmm,,

NikNik said...

sari : aslinya lebih keren bu..
silvi : snorkling tapi cuman bentar, masker ama fin nya kegedean...argh...